Setiap
orang memiliki karakternya masing- masing, ada yang baik dan ada yang buruk,
kedua hal itu tidak dapat dipisahkan satu sama lain karena mereka bagaikan
sebuah koin yang memilki 2 sisi yang selalu bersama. Setiap manusia juga
memilki sifat yang berbeda – beda, namun kadang ada juga yang sama hal ini bisa
terjadi karena keturunan atau faktor lainnya. Sifat atau karakter kita ini akan
terwujud dalan sikap dan tingkah laku kita setiap hari entah itu melalui cara
berpikir kita maupun cara kita bertindak sehari- hari. Dan pada pertemuan hari
kamis tanggal 02/12/2015 materi kami membahas mengenai SIKAP atau attitude dan berikut ulasannya:
BAB. IX SIKAP
A.
PENGERTIAN SIKAP
Sikap merupakan hasil evaluasi terhadap
objek atau situasi (berrdasrkan pengalaman, motovasi, dan persepsi) yang
dinyatakan dalam bentuk suka-tidaksuka; pro-kontra; dan positif-negatif . sikap
juga harus dibedakan dengan belief (keyakinan)
dan opini (pemikiran). Mores & Wingo mengemukakan bahwa sikap merupakan ide
emosional yang terbentuk dan terarah pada ‘mendekati’ atau ‘menjauhi’ suatu
obyek. Attitude is a way of looking at
life.
B. KOMPONEN SIKAP
a. Komponen
kognitif/ pengetahuan, merupaka hasil pemikiran seseorang terhadap apa yang menjadi obyek sikapnya.
b. Komponen
afektif, terkait dengan emosi atau perasaan seseorang dalam menyikapi suatu
obyek atau situasi.
c. Komponen
conatif, berhubungan dengan perilaku
atau tindakan dalam menyikapi suatu situasi.
C. PEMBENTUKAN SIKAP
Selain pengalaman pembentukan sikap
juga merupakan hasil social learning melalui
melihat dan meniru. Hal ini dipengaruhi oleh :
1 Adanya
pengetahuan/pengalaman akan obyek tersebut sebelumnya
2 Dari
orangtua
3 Peer
group
4 Media
D. PERUBAHAN SIKAP
Morgan
(1986) menuliskan bahwa faktor social berpengaruh terhadap perubahan sikap dan
hal ini sangat tergantung pada karakteristik :
1. Sumber
pembawa pesan, misalnya orang penting atau institusi negara yang memilki
kredibilitas dan daya tarik tersendiri
2. Isi
dari pesan yang akan disampaikan, adanya sugesti. Contohnya pada iklan
3. Penerima
pesan, sangat tergantung pada kelas social, budaya, dan pendidikan.
E. SIKAP DALAM PELAYANAN
Dalam
mengahadapi pelanggan kita harus mengetahui tipe – tipe pelanggan seperti:
1. Tipe banyak bicara
2. Tipe
curiga
3. Tipe
lugu
4. Tipe
pendiam
5. Tipe
tidak sabar
6. Tipe
penguasa
7. Tipe
peragu
8. Tipe
senang berdebat
9. Tipe
serba sempurna
10. Tipe
siap mental
11. Tipe
sombong
Seperti
yang pernah aku informasihkan bahwa kami dibagi menjadi 11 kelompok yang
terdiri dari 3 orang per kelompok dan
masing – masing kelompok akan menampilkan drama singkat berdasarkan nomor dan
tipe pelanggannya.
Dan
aku mendapat nomor 3 dengan tipe pelanggan lugu, aku dan kedua temanku sudah
berdiskusi untuk menampilkan drama dengan cerita “ sepasang suami-istri dengan
tipe/karakter lugu akan memesan tiket pesawat ke Singapura disebuah Travel
Agent dan mereka akan dilayani disana”. Disini aku berperan sebagai pegawai di
travel tersebut dank arena kedua temanku ada yang cewe dan cowo maka mereka
berperan sebagai sepasang suami-istri. Drama singkat kami bisa dikatakan sukses
karena kedua temanku ini memang tipe orang yang lugu, dan dari drama singkat ini
aku bisa mengetahui 1 hal, bahwa manghadapi pelanggan denga tipe lugu bisa
sangat menyebalkan, dan menguji kesabaran kita. Tapi kita tidak boleh
memanfaatkan keluguan itu untuk kepentingan kita maupun perusahaan. Teman –
teman dari kelompok lain juga melakukan hal yang sama, tapi karena kami bukan
seorang artis yang pandai berakting jadi seringkali acting kami mengundang tawa
dari teman yang lain.
Setelah
semua kelompok tampil kami ditugaskan untuk mengambil kertas dan menuliskan perubahan
sikap yang pernah kami alami, kami juga harus menjelaskan sumber pembawa pesan,
isi dari pesan tersebut, dan penerima pesan, setelah itu dikumpulkan. Siapa
yang selesai terlebih dahulu dia boleh pulang. Asyikk kann......????
Tidak ada komentar:
Posting Komentar