Rabu, 28 Oktober 2015

ETIKA DAN ETIKET

BAB V
ETIKA & ETIKET

      A.   PENGERTIAN ETIKA DAN MORALITAS
Etika sebagai nilai dan norma moral yang menetukan sikap dan pola perilaku manusia, baik secara pribadi maupun sebagai kelompok (Salam, 1997). Etika dalah usaha manusia memakai akal budi dan daya fikirnya untuk memecahkan masalah bagaimna ia harus hidup kalu ia mau menjadi baik(Magnis- Suseno, 1989).
Moralitas adalah system nilai yang terkandung dalam ajaran, atau bentuk-bentuk petuah, nasehat, wejangan, peraturan, perintah, dan semcamnya yang turun temurun diajrkan melalui agama atau kebudayaan dimana manusia tersebut hidup. Singkatnya, moralitas adalh tradisi keprcayaan, dalam agama dan kebudayaan.
Etika berasal dari bahasa Yunani Ethicos = kebiasaan.
1.     Ilmu normative yang berisi ketentuan-ketentuan, norma, nilai, yang digunakan dalam kehidupan sehari- hari.
2.     Menitik beratkan pada salah-benar dan moral-immoral.
a.     Tujuan etika :
Ø Memberi manusia orientasi bagaiman ia menjalani hidupnya melalui rangkaina tindakan sehari-hari.
Ø Membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup.
Ø Membantu manusia dalam mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu dilakukan.
b.    Manfaat etika :
Ø Pertimbangan berkembangnya masyarkat yang semakin pluralistic atau beragam.
Ø Pertimbangan adanya gelombang modernisasi.
Ø Membuat kita sanggup menghadapi ideologi – ideology secara kritis dan obyektif.
Ø Membantu menemukan dasar kemantapan dalam iman kepercayaan tanpa takut ditengah masyarakat yang terus berkembang.
      B.  PENGERTIAN NORMA DAN ETIKET 
Norma adalah suatu aturan atau ketentuan yang menjadi kesepakatan dan acuan dalam kehidupan masyarakat. Norma dibentuk mulai dari orang tua, sekolah, lingkungan atau budaya setempatdan masyarakat secara umum (Magnis-Suseno, 1989).
Norma secara umum dan universaldibagi menjadi:
1)    Norma sopan santun, yang biasa disebut sebagai etiket yakni norma yang mengatur pola perilaku dan sikap lahiriah, misalnya tata cara bertamu, duduk, makan, minum, dll
2)    Norma hokum, yaitu norma yang dituntut secara tegas oleh masyarakat demi keselamatan dan kesejahteraan bersama. Norma ini lebih tegas karena ada sanksi atau hukuman bagi pelanggarnya.
3)    Norma moral, yakni aturan dan sikap sebagai manusia, mengacu pada baik/buruk dan oleh karena menjadi tolak ukur baik buruknya seseorang bukan dalam kaitan dengan jabatan namun perilaku secara umum.
Etiket berasal dari bahasa Perancis : etiquette, yang artinya label atau tanda pengenal. Pengertian ini kemudin berkembang menjadi pengenal untuk menilai sopan atau tidaknya seseorang dalam pergaulan.
Etiket secara umum :
1.     Menitik beratkan pada sopan santun dan tata karma dalam pergaulan. Tata = adat,aturan. Karma = sopan santun.
2.     Bagaimana cara berbicara, bertelepon, berpakain, cara duduk,dll
3.     Bias dipelajari di sekolah.

       C. ETIKET DALAM PELAYANAN
Ø Etiket menerima tamu.
Ø Etiket berbicara.

Ø Etiket makan bersama,dll

PROFESIONALISME

BAB IV
PROFESIONALISME

   A.   PROFESI DAN PROFESIONALISME
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok yang menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Ada profesi yang disebut sebagai profesi luhur atau profesi khusus, karena profesi ini menekankan pengabdian kepada masyarakat pada umumnya (dokter, rohaniawan,dll). Sedangkan yang dimaksud dengan profesionalisme adalah pemahaman cara kerja atau etos kerja seseorang yang didasari dengan suatu keahlian guna mencapai standard performance tertinggi.
     B.   CIRI – CIRI PROFESI
a.     Adanya pengetahuan khusus
b.     Adanya kaidah atau standar moral yang tinggi
c.      Mengabdi kepada kepentingan masyarakat
d.     Ada izin khusus untuk menjalankan profesinya
e.      Mereka biasanya menjadi anggota suatu kelompok atau organisasi suatru profesi
Prinsip etika profesi :
1.     Bertanggung jawab
2.     Keadilan (tidak membeda-bedakan)
3.     Otonomi (kemandirian)
      C.   ASPEK – ASPEK PROFESIONALISME DALAM PEKERJAAN
1.     Knowledge / pengetahuan ( pengetahuan tentang pekerjaan, baik yang terkait dengan produk atau jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kita, serta pengetahuan tentang teknis-teknis memuaskan pelanggan )
2.     Skill / ketrampilan ( ketranpilan akan hubungan dengan orang lain/ human relation, dan mampu bertindak asertif  menjadi hal yang penting, kita juga harus memilki cara dan usha yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan ketrampilan kita saat bekerja )
3.     Positive mental attitude / sikap mental positif ( kemampuan untuk mengekspresikan sikap bersahabat, tenang, selalu tersenyum, antusias, sopan dan hangat yang disertai dengan ketulusan akan dapat dirasakan oleh pelanggan kita sehinnga meyakinkan mereka bahwa kita dapat menampilkan sikap mental yang positif )
            Syarat – syarat seorang professional :
-         Mempunyai minat yang sungguh- sungguh terhadap pelanggan
-         Mampu bersikap empati
-         Memilki daya observasi yang tinggi baik terhadap pelanggan maupun lingkungan

-         Mampu mengenali segi sosial-budaya dan psikologis pelanggan 


Selasa, 06 Oktober 2015

MATERI 3 PSIKOLOGI PELAYANAN



Pada pertemuan ketiga tepatnya hari kamis tanggal 01 oktober 2015, materi kita adalah SELF DEVELOPMENT  dan berikut ulasannya :
BAB.III
SELF DEVELOPMENT
A. PENGERTIAN KONSEP DIRI
      Konsep diri adalah persepsi atau pandangan seseorang mengenai dirinya sendiri dan terbentuk melalui pengalaman dengan linkungan, interaksi dengan orang lain yang memilki arti bagi dirinya dan atribut yang diberikan terhadap tingkah lakunya (Shavelson). Dalam kaitan dengan psikologi pelayanan terhadap konsumen, Louden & Della Bitta (1993) mengemukakan bahwa Konsep Diri (self-concept) atau disebut juga sebagai gambaran diri (self-imagine) merupakan pandangan seseorang tentang dirinya yang sangat mungkin berhubungan dengan sikap dan perilakunya sebagai pelanggan.

B. PENGENALAN DIRI (SELF –APPRAISAL)
 Pengenalan diri dipengaruhi oleh beberapa factor, yaitu :

  1. Pola asuh orangtua
  2. Sekolah
  3. Lingkungan/ interaksi dengan orang lain
  4. Belajar secara social/ keangotaan dalam kelompok
a. ciri pengenalan diri positif :

  1.  Bangga akan yang diperbuat
  2. Tingkah lakunya mandiri
  3. Bertanggung jawab
  4. Antusia terhadap tugas yang menantangMerendah


 b. Ciri pengenalan diri negatif :

  1.  Merendahkan kemampuan diri sendiri
  2.  Menyalahkan orang lain karena  kelemahannya
  3. Merasa tidak  mampu
  4. Mudah frustasi
  5.  Mudah dipengaruhi orang lain
Tidak mudah memang melakukan perubahan dalam aktifitas yang sudah menjadi kebiasaan kita, kita berda dalam comfort zone,namun tuntutan perubahan terus berlanjut. Salah satu aspek untuk melakukan perubahan adalah mengenal kekuatan dan kelemahan diri dan mau menerima  feedback dari orang lain. Joice Brother menuliskan bahwa self-concept merupakan intin (core) dari kepribadian.

C. EMOTIONAL INTELLEGENCE
Kecerdasan emosional sangat menentukan kinerja dan kesuksesan seseorang. Goleman (1996) menukiskan bahwa emotional intelligence atau kecerdasan emisional adalah kecerdasan seseorang dalam mengenal diri, mengendalikan doronga hati, suasana hati, memotivasi diri, empati dan kecakapan social. Kecakapan social mencakup ketrampilan emosional dan personal intelligence atau kecerdasan pribadi.
Ketrampilan emosional meliputi :

  1.  Trampil dalam mengidentifikasi dan mengenali perasaan
  2. Trampil dalam mengungkapkan perasaan
  3.  Trampil dalam menilai intensitas perasaan
  4.  Trampil dalam menunda pemuasan 
  5. Trampil dalam mengendalikan dorongan hati (dorongan untuk curiga, berprasangka buruk,dll)
  6.  Trampildalammengurangi dan mengelola sters
  7.   Trampil untuk mengetahui perbedaan antara perasaan dan tindakan
Dalam hubungan dengan  pelayanan, jika ketrampilan emosional tidak dilatih maka akan berdampak pada pekerjaan yang dilakukan.

D. TEORI JOHARI WINDOW

  1. Open area yaitu Tipe manusia terbuka, apa yang kita ketahui juga diketahui oranglain.
  2. Blind area yaitu tipe orang yang tidak sadar diri atau tidak mengenal dirinya sendiri dimana apa yang tidak diketahui oleh dirimya diketahui oleh orang lain dalam hal ini sifat atau kebiasaannya.
  3. Private area yaitu tipe orang tertutup (pewawancara) dimana karakter dirinya yang sebernya hanya dia yang tahu dan orang lain tidak mengetahui
  4. Mystery area yaitu tipe orang yang misteruis dimana dia dan orang lain tidak tau

umpan balik ada yang positif dan ada yang negatif, manfaat umpan balik yaiutu : 
    1. membantu orang lain
    2. membangun dan mempertahankan kedekatan hubungan dengan orang lain
syarat - syarat memberikan umpan balik yang efektif yaitu :
    1. jujur
    2. berikan umpan balik secara deskriptif seperti yang dilakukannya dan bukan      evaluatif atau penilaian tentang pribadinya 
    3. dalam memberikan umpan balik sertakan alasan atau penjelasan anda
    4. spesifik 
    5. jelas dan langsung
    6. jangan memaksa
    7. jangan terlalu banyak
    8. berikan sesegera mungkin


  Jadi benang merah  dari isi pembelajaran ini adalah bagaimana seseorang belajar untuk meningkatkan kadar kecerdasan , kemampuan dan ketrampilan dalam mengendalikan reaksi, emosi dan sosial.